[Writing Competition] Penanganan Obat LASA Dengan RFID

 

Apakah anda menemukan perbedaan antara obat pada setiap gambar? Sekilas, obat-obatan ini terlihat sama saja.  Namun tentu anda dapat menemukan perbedaannya setelah melihat dengan jeli.

Untitled

Pada gambar pertama (gambar kiri atas), dua obat tersebut terlihat mirip saja. Padahal jika dicermati kembali, salah satu obat bertuliskan eye drops (tetes mata) dan yang lainnya bertuliskan ear drops (tetes telinga). Kemudian pada gambar lainnya (gambar bawah), keduanya terlihat sangat mirip padahal keduanya merupakan dua obat berbeda. Botol kiri berisi metronidazole, yang merupakan antibiotik, sementara botol kanan merupakan metformin yang merupakan obat penurun kadar gula darah untuk pasien diabetes mellitus (DM). Sungguh celaka jika apoteker salah memberikan obat kepada pasien. Contohnya saja, jika metronidazole dan metformin tertukar. Seorang pasien non-DM yang terinfeksi mikroba mendapatkan resep metronidazole dalam jangka waktu tertentu, namun apoteker tertukar dan memberikan metformin pada pasien. Kadar gula darah pasien dapat menurun hingga menyebabkan hipoglikemia (kadar gula darah yang rendah). Hipoglikemia dapat menyebabkan kelemahan hingga pingsan jika tidak ditangani. Kemudian infeksi yang dialami pasien pun tidak terobati karena pemberian obat yang salah.

Obat-obatan yang tampak atau terdengar mirip seperti contoh diatas disebut obat-obat LASA (Look Alike Sound Alike). Obat-obat LASA ini tidak sedikit jumlahnya dan dapat menyebabkan efek yang fatal jika tertukar. Sejauh ini, apoteker mengatasi kesalahan pemberian obat LASA dengan menempelkan tanda “obat LASA” berbentuk sticker. Namun, resiko kesalahan tetap ada. Hal ini dihadapi seorang apoteker yang menerima puluhan hingga ratusan resep setiap harinya. Banyaknya resep menuntut seorang apoteker untuk bekerja cepat dan tangkas, namun pekerjaan ini juga menuntut ketelitian tinggi.

Dengan kemajuan era digital, teknologi terkini dapat menjadi jawaban untuk masalah ini. Salah satunya adalah penggunaan sistem RFID untuk memudahkan apoteker dalam mengetahui lokasi rak obat tertentu. Dengan sistem ini, diharapkan tidak akan ada kesalahan pengambilan obat yang berakibat fatal.

RFID (Radio Frequency Identification) merupakan suatu tag yang berisi chip yang mengandung informasi, terhubung dengan suatu transmitter yang diaktifkan dengan RFID reader. Reader RFID akan mengirim sinyal dan RFID akan mengembalikan sinyal yang berisi informasi pada chip tersebut. Sebuah reader sederhana bisa berisi antenna (untuk menerima sinyal), modulator (untuk meneruskan sinyal ke chip), demodulator (untuk menerjemahkan sinyal agar terbaca), control unit (untuk mengatur hubungan antara chip dengan perangkat eksternal seperti PC), dan power supply. Sementara tag RFID berisi antenna, microchip, memory, dan package. Berikut penggambaran sistemnya.

Untitled1

 

Antara RFID tag dengan reader terhubung seperti transformator. Tipikal frekeunsi sinyal yang digunakan yaitu 13.56 MHz dan 135 kHz untuk RFID reader dan dikembalikan dengan frekuensi di atas 868 MHz. Antenna pada tag RFID akan menghasilkan sinyal AC dari induksi oleh antenna pada reader RFID. Di dalam tag, terdapat penyearah sederhana berupa diode yang akan menyuplai microchip. Lalu sinyal akan dikembalikan ke reader menjadi sinyal berisi data dari microchip tersebut.

Sistem yang ditawarkan oleh penulis adalah sistem mapping menggunakan tag RFID. Tag RFID ini akan dipasang pada rak-rak obat dengan informasi nama dan jenis obat yang ada pada rak tersebut. Sebuah reader RFID yang terpasang pada gudang obat ini akan mendeteksi lokasi setiap obat secara spesifik yang akan ditampilkan pada devais lain. Saat hendak mengambil obat, apoteker hanya perlu melihat pada devais tersebut untuk mengetahui letak obat yang bersangkutan. Dengan cara ini, kesalahan pengambilan obat bisa terminimalisasi, terutama pada rush hour.

Selain mapping, sistem ini juga bisa bermanfaat sebagai penyimpan data obat. Tag-tag RFID yang terpasang tidak hanya akan menampilkan letak rak obat, namun juga menampilkan data tanggal kadaluarsa obat. Dengan cara ini, bisa dibuat sistem peringatan dini saat obat tertentu akan habis tanggal kadaluarsanya.

Sehingga, RFID akan sangat bermanfaat bagi rumah sakit dalam meningkatkan efisiensi kerja apoteker, sehingga antrean pasien di loket obat dapat berkurang, menurunnya resiko kesalahan penyiapan obat, juga tersedianya data real-time mengenai kondisi obat pada gudang. Selain itu, dapat meningkatkan keamanan pasien, karena dapat menghindari tertukarnya pemberian obat akibat obat LASA.

Terlepas dari semua manfaat yang bisa ditawarkan, masih ada kekurangan dari sistem ini. Pertama, biaya yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan sistem ini cukup besar karena akan dibutuhkan RFID dalam jumlah yang cukup banyak dan sistem pembaca RFID yang terintegrasi dengan komputer pusat. Kedua, harus diteliti lebih lanjut apakah RFID akan mempengaruhi obat, terutama segi stabilitas obat. Ketiga, tidak ada jaminan sistem ini bisa terjaga dengan baik jika penanganannya diserahkan pada sembarang orang yang bukan ahlinya semata-mata untuk mengehemat pengeluaran.

Hambatan bukan sesuatu yang dapat dihindari untuk menjalankan sistem ini. Namun, penulis tetap berharap sistem ini bisa diimplementasikan dan bermanfaat bagi sistem kesehatan di Indonesia.

Muhamad Abduh Taufan

13213004

Mahasiswa S1 Teknik Elektro ITB

Sumber:

Ernesto Iadanza (2009). RFId Technologies for the Hospital. How to Choose the Right One and Plan the   Right Solution?, Recent Advances in Biomedical Engineering, Ganesh R Naik (Ed.), ISBN: 978-953           307-004-9, InTech, Available from: http://www.intechopen.com/books/recent-advances-in             biomedical-engineering/rfidtechnologies-for-the-hospital-how-to-choose-the-right-one-and           plan-the-right-solution. (diakses pada 6 November)

http://reference.medscape.com/drug/flagyl-metronidazole-342566 (diakses pada 8 November 2016)

http://reference.medscape.com/drug/glucophage-metformin-342717 (diakses pada 8 November 2016)

Sumber gambar:

http://abcnews.go.com/Blotter/slideshow?id=9981722 (diakses pada 8 November 2016)

167 Comments on “[Writing Competition] Penanganan Obat LASA Dengan RFID

  1. LIKE

    Mungkin bisa difokuskan untuk penggunaan di Rumah Sakit karena bisa sangat membantu meringankan beban Apoteker dalam “dispensing” obat sehingga bisa lebih fokus untuk menangani masalah terkait obat pada pasien. Such a great idea, hope it will become real at the future !!!

  2. LIKE tidak pernah terpikirkan sebelumnya akan ditemukan kemesraan antara obat-obatan konsumen dan teknologi nirkabel 🙂

  3. LIKE!!
    Mantap duh! Sebagian orang mungkin ga ngeh atau tidak menghiraukan soal kesalahan obat ini, dan dan bener sih hal ini bisa saja berdampak fatal atau bahkan sangat fatal. And i think it’s a brilliant idea. Semoga bisa disempurnakan dan direalisasikan. Insya Allah akan sangat bermanfaat ^_^
    – 10113079 –

  4. Like! Semoga dapat meminimalisasi kesalahan pemberian obat. Salut juga buat apoteker yang lancar baca tulisan resep dokter.

  5. LIKE! Aplikasi yang sangat bermanfaat untuk dunia medik. Semoga dapat memajukan dunia medik, khususnya di Indonesia

    10413023

  6. Like!
    Kolaborasi antar keilmuan yg bagus. Menyelesaikan masalah yang terlihat sepele padahal akibatnya fatal.
    Nice idea!
    -18113008-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *