Palapa

Catatan Perjalanan Tim “NEXT PALAPA”

Palapa adalah sebuah “Community Development” yang berada didalam Badan Pengurus Himpunan Mahasiswa Elektroteknik Institut Teknologi Bandung secara kelembagaan yang bergerak dalam berbagai bidang (sosial utamanya, pendidikan, ekonomi, dsb) dengan tujuan meningkatkan taraf hidup masyarakat desa yang tertinggal. Biar lebih sederhana, Palapa itu bisa dibilang Pengmas-nya HME, tetapi untuk cakupan yang lebih luas bila dilihat dari segi kegiatan atau kontribusi yang diberikan kepada masyrakat. Kenapa ? karena Palapa memenuhi kebutuhan bukan menyodorkan kemampuan (dalam hal ini keprofesian) yang dimiliki  oleh HME itu sendiri.
Nah, tentu hanya menjadi sekedar wacana kalo ternyata kita cuman bisa ngomong dan teori doang kan? Berikut akan kita selidiki bagaimana langkah-langkah Palapa untuk merealisasikan tujuannya.

  1. Survey  (Intinya mah Dokumentasi dan gambaran awal kondisi target)
  2. Desa Awal (Peninjauan kondisi sosial ekonomi  dan potensi sumber daya yang ada di desa)
  3. Bakal Desa (Meneliti permasalahan yang dihadapi oleh mayoritas penduduk desa)
  4. Desa Binaan (Mengajak warga bersama-sama memecahkan masalah dan menemukan solusinya)
  5. Desa Mitra (Berusaha menjadi katalis demi terealisasinya solusi)
  6. Proyek Bersama (Implementasi dari Desa Mitra, dengan partisipan, yaitu tim, warga, dan pihak lain)
  7. Evaluasi Berkala
  8. Sukses

Diawali dari bulan Desember 2013 kemarin hingga saat ini Palapa kembali membuktikan kontribusi nyatanya.  Sesuai dengan langkah-langkah yang telah kita bahas, langkah awal kita adalah melakukan survey ke berbagai desa guna menemukan target yang pas dengan berbagai pertimbangan untuk kita jadikan sebagai objek proyek Palapa kali ini. Didalam melaksanakan survey ini, ada kurang lebih 5 desa yang telah tim datangi. Desa-desa tersebut antara lain : Cianaga (Sukabumi), Mekarjaya (Sukabumi), kampung Lio (Kabandungan, Sukabumi), Kampung Cilodor (Kabandungan, Sukabumi) dan Parakan Tilu (Cianjur).  Dari ke-5 Desa ini, terpilihlah kampung Lio sebagai target Palapa kali ini.

Berdasarkan data yang didapatkan dari hasil survey dan social mapping sebagai implementasi dari tahap desa awal, kampung yang beralamat di Ciganasoli, RT 3, RW 3, Dusun 3, Desa Cianaga, Kecamatan Kebandungan, Kabupaten Sukabumi  ini dihuni oleh penduduk yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani padi dan cabai, meski ada segelintir orang yang memiliki warung. Kurang lebih 100 anak SD juga tinggal di kampung ini, hanya sedikit dari golongan anak-anak dan remaja yang melanjutkan ke SMP terlebih SMA. Gambaran kehidupan bangsa Indonesia di tahun 1990-an bisa kita lihat di kampung Lio ini meski beberapa warga telah memiliki motor. Bagaimana tidak, rata-rata rumah mereka berupa bilik dan sebagian lagi berupa tembok. Akses jalan yang susah mengingat medan yang dilewati adalah tebing yang curam dan tanah liat licin, apalagi ketika hujan  sehingga berdampak pada susahnya akses listrik dan sedikitnya warga yang mau bertempat tinggal disana, cuma ada 25 rumah .

Namun dibalik segala kekurangannya, kami melihat potensi yang bisa dikembangkan dari kampung Lio diantaranya : mereka telah mampu membuat turbin skala kecil dengan memanfaatkan aliran sungai citarik yang terletak kurang lebih 300  meter dari kampung itu sebagai pembangkit listrik. Kemauan mereka untuk bangkit dari ketertinggalan pun bisa dibilang cukup tinggi, berkaca dari kegiatan kerja bakti yang mereka lakukan secara rutin setiap hari jumatnya yaitu memperluas akses jalan menuju kampung mereka.

Melihat kondisi ekonomi, pendidikan, kehidupan dan potensi yang dimiliki para warga, kami (tim next Palapa) yakin  dan akan berupaya semaksimal mungkin untuk memajukan kesejahteraan para wargannya .