Kisah Abil dan PALAPA

Bismillah…

333145

Kalau mau cerita tentang pijakan kaki seorang Abil di PALAPA inilah awal mulanya. Berakar dari gagalnya hari yang seharusnya menjadi hari pelantikan. Setelah kegagalan itu dilanjutkan metode wawancara untuk ca-PALAPA dan berujung pada sebuah pertanyaan yang intinya adalah bagaimana pendapat ca-PALAPA jika pelantikannya dengan metode live-in. Sebenarnya pewawancara atau kita sebut saja para anggota PALAPA menanyakan kita sebaiknya bagaimana metode pelantikan yang disarankan setelah kegagalan kemarin. Namun sebenarnya kita disetir juga untuk mengikuti bahwa pelantikan PALAPA tetap akan menggunakan metode live in. Pada waktu wawancara saya menyanggupi akan ikut live in berikutnya. Selang beberapa hari kemudian, dikumpulkan seluruh ca-PALAPA untuk diberitahu kapan live in berikutnya dilaksanakan dan bagaimana keberlanjutan PALAPA kelak. Saya telat dan bisa dibilang tidak mengikuti forum tersebut dan ternyata seperti hari pelantikan yang tidak jadi sebelumnya yang dimana saya tidak bisa ikut dikarenakan ada ujian kimia, live in berikutnya pun sekali lagi bentrok dengan ujian 2 kimia. Namun ternyata untungnya jadwal ujian 2 kimia dipindah.

Okey, mulai memasuki area live in. Ternyata MEGATRON (HME angkatan 2015) yang mengikuti live in hanya sedikit, untungnya saya sudah cukup mengenal dekat anak-anak MEGATRON yang ikut live in jadi saya sih enjoy enjoy aja~ Sebenarnya ada alasan kuat mengapa banyak anak MEGATRON yang tidak bisa ikut live in. Suasana waktu itu adalah suasana tugas akhir dan awal dari ujian-ujian. Mayoritas anak MEGATRON sangat keos, termasuk saya. Cerita saya tentang keos tugas akhir Sistem Digital lebih seru lagi, tapi itu kurang pantas diceritakan disini. Biarlah cerita itu diketahui oleh yang sudah tau saja. Oke lanjut barudak. Seiring mendekati hari H, seperti biasa seorang Abil. Bukannya semakin semangat, tapi semakin malas. Dengan memikirkan spek-spek yang belum siap, lalu tugas-tugas yang keos membuat dari hari ke hari semakin tidak bersemangat. Dan tibalah akhirnya H-1, disitu saya menginap di sekre dan sangat kurang tidur karena mati-matian mengerjakan tugas akhir, dan amazingnya semua spek disiapkan H-1. Yak hari keberangkatan, berkumpul di HME setelah maghrib, dan ngaret. Jadi aja saya ikutan ngaret~ Briefing singkat dan hal konyol terjadi. Pada waktu briefing ditanyakan siapa yang bisa bawa mobil kopling, dan disitu hanya saya yang mengatakan bisa. Saya pikir saya akan menjadi supir cadangan jika terjadi apa-apa, ternyata saya ditugaskan untuk full menyupir mobil kopling yang sebenarnya saya tidak lancar-lancar amat membawa mobil kopling. Semua rencana saya semakin berubah tiap detik demi detik, saya awalnya berencana tidur sepanjang perjalanan makanya pada hari sebelumnya saya meminimalisasi waktu tidur.

Berangkat kuy! Tapi foto dulu~ Post di OA HME~

131167

Tapi gajelas~ Yaudah~~~~ Perjalanan dibagi 2 mobil, mobil pertama disupiri Abil dengan navigasi langsung oleh Ka Ahmad serta wanita-wanita dari MEGATRON yaitu Chia, Nabila, Irni, Siti, dan Linda. Dan di mobil kedua, mobil matic yang katanya lebih nyaman disupiri oleh Ka Galibh dan peumpang sisanya yaitu pria-pria tangguh yang sepertinya tidur sepanjang perjalanan. Pria-pria tersebut yaitu Ka David, Ka Ali, Yoland, dan Iqbal Fawwaz. Pemberhentian pertama di SPBU Pasteur, isi bensin dan beli cemilan. Nothing special~ Pemberhentian kedua, Indomaret atau Alfamart lupa yang kalo gasalah di daerah Padalarang. Jajan lagi, sama beberapa orang isi perut di tempat makanan di pingggir jalan deket mini market tersebut. Tidak lupa beli doping berupa kratindeng atau apalah itu namanya. Nah ini hal yang cukup berkesan. Sepanjang perjalanan diisi oleh obrolan yang awalnya serius sampai tidak ada respect ke SekretasiJendral HME periode ini. Ka Ahmad 🙂 ngobrolin apa aja? Sumpah gapenting makanya lupa. Sebenernya inget sih tapi males diceritain hehehehe.

20161126_080837

Singkat cerita tibalah di Sukabumi~ Tada~ Numpang dulu di rumah anggota luar biasa HME. Dikasih sambutan sama tempat bobo. Disitu akhirnya tidur yes~ Paginya berangkat dari rumah ke suatu check point dengan menggunakan ojek yang jalannya bukan jalan standar yang biasa dilewati oleh orang-orang kota. Setelah tukang ojek 2 kali bolak-balik karena tidak sesuai jumlah ojek dengan penumpang, kami turun ke Desa Lio dengan jalan kaki. Nah rencana atau bisa dibilang ekspektasi saya kembali kacau. Waktu sebelum-sebelumnya kami diberitahu bahwa perjalanan menggunakan ojek dan jalan kaki akan memakan waktu yang cukup lama. Pertama ojek berkendara dengan cukup mengerikan dan tidak nyaman saya sebenarnya agak berabe kalau ternyata ojeg akan berkendara cukup lama, namun ternyata hanya sebentar 🙂 Di lanjutkan perjalan ke Desa Lio, disitu fisik saya sedang tidak prima seperti biasanya, serta sendal yang kurang nyaman dipakai sehingga saya cukup sedikit kapok dalam perjalanan turun yang cukup menyiksa kaki. Namun ternyata, perjalanan cukup singkat tidak selama yang saya pikirkan dan tiba-tiba sampailah kita di Desa Lio. Pertama-tama kami datang ke rumah dua orang yang mempunyai nama di Desa Lio menurut pandangan saya tapi saya lupa namanya. Disana diberi sambutan, lalu dilihatkan hasil apa yang sudah dilakukan PALAPA selama ini yang berupa PLTS serta Desa Lionya sendiri. Mulailah pembagian tugas dilaksanakan, ada yang mengurusi PLTS, ada yang jalan-jalan berhubung dengan PLN, ada juga yang tidur. Yak! Tepat Sekali! Saya yang tidur 🙂 Awalnya dimaklumi karena saya menyupir dan kurang tidur, tapi emang sudah hakikatnya seorang Abil itu tukang tidur. Apalagi kalau Abil tidak tau apa yang mau dikerjakan. Oke bangun tidur langsung kerja dikit dong, ga gabut-gabut amat. Lupa sih ngapain, pokonya ada diskusi dengan warga Desa Lio tentang pembangunan WC umum yang baru runtuh karena longsor. Disitu saya hanya menyimak, seniorlah yang bekerja banyak heheheh. Setelah itu kita pergi ke MA, dibacanya kaya orang inggris. Em Ei, biar keren. Singkatan dari Mata Air, heheheh. Mata Air-nya juga ga keren-keren amat kaya ekspektasi, tapi okelah.

Malam pun tiba… Jeng-jeng… Solat, makan, tidur. Udah gitu aja.

 

Yak lanjut keesokan harinya. Solat. Tidur. Makan. Udah gitu aja. Engga ketang boong. Abis makan gawe dikitlah, benerin lampu jalan terus siap-siap mau pulang. Jalan-jalan dulu bentar sama Yoland, mau liat mikrohidro (semacam PLTA kecil gitulah). Abis itu pamit, disuguhi ayam, ayam disana itu mewah coy. Biasanya cemilan sama mie seingatku. Naik keatas deh ke arah chek point. Liat orang ngumpet lagi ee. Ga penting banget sih diceritain. Tapi biarin. Udah check point. Naik ojek. Terus cabut deh, ceritanya Ka Ahmad pengen nyobain nyetir mobil manual. Terjadi ketegangan pada seluruh isi mobil… Padahal biasa aja sih. Di jalan raya terus tukeran. Sebelum nyampe Bandung, mampir dulu yang katanya sesuai tradisi PALAPA, makan di dua tak, semacam Ampera kalo gasalah. Makan-nya dibayarin PALAPA 🙂 Udah deh nyampe di ITB. Terus dilantik. Biasa banget yak? Terlalu biasa malah… He. He. He. He.

390503

Apa yang seorang Abil dapatkan? Kalo boleh jujur, itu lebih kaya liburan ditengah hiruk pikukya kuliah bersama temen-temen baru. Alhamdulillah jadi makin solid ama Yoland, Iqbal Fawwaz, sama Chia. Jadi aga deket dan makin kenal sama Nabila, Irni, Siti, Linda. Terus jadi ketauan kelakuan senior-senior kita yaitu Ka Ali yang yasudahlah, Ka Ahmad yang lebih yasudahlah lagi, Ka David yang ternyata sedikit caleuy, dan Ka Galibh yang emang serius orangnya tapi lumayanlah nambah relasi~ Live in nya gimana? Sumpah beda banget kaya ekspektasi, itu kaya liburan banget semua disediain. Seniornya juga terlihat nyaman-nyaman aja.. Tapi buat liburan keren banget sih sumpah wkkwkw. Ohiya sebelum mampir ke tradisi PALAPA, kita beli oleh-oleh dulu choy di Mochi LENTERA. Sumpah itu worth it banget gengs. Apa lagi ya kalau mau diulik. Desa disana nyaman banget, terus kayanya rajin ibadah di mesjid. Ada mitos manusia serigala dari daerah sebelah gara-gara ditemukan mayat kambing yang tercabik-cabik, tapi cuman bentar doang kejadiannya, mitosnya yang lama. Paling kalau mau diulik banget sih kagum sama Warga Desa Lio yang pendidikannya terbatas (nih yang kaya gini-gini nih sombongnya anak ITB hehehehe) tapi bisa bikin mikrohidro yang aku sendiri gabisa bikin kayanya, walaupun katanya itu dibikinin sama anak kuliahan dari Jakarta apalah lupa namanya. Tapi tetep aja keren sih, terus mereka juga ngurusin beberapa lampu disana, itu agak keren sih coy.

390582

Udah lah ya sekian, maaf banyak banget salah kata

Ohiya astaghfirullah kelupaan, dari tadi kayanya ada satu orang lupa disebut. Akhirnya sekarang inget. Orang tersebut adalah Bos Kevin, atau beberapa memanggilnya Bokep. Ga terlalu akrab tapi lumayanlah, ini baru yang namanya engineer. Beliau lah pemegang komando tentang keprofesian elektroteknik di Desa Lio. Udah sih sekian, maaf-maaf aja ya. Tidak ada unsur kesengajaan disini. FYI Bos Kevin mobilnya bersama pria-pria tangguh. Sekali lagi sekian dan terimakasih.