How Will Tech-Startups Shape Our Future ?

 

myhome

Kita telah memasuki era persaingan bisnis dengan inovasi. Bisa saja sebuah perusahaan besar jatuh seketika dikarenakan adanya inovasi baru. Menyadari pentingnya pengembangan inovasi, Himpunan Mahasiswa Elektroteknik (HME) ITB menyelenggarakan acara bernama U-NNOVATION yang terdiri dari kompetisi dan juga seminar. Seminar ini diadakan pada Kamis (01/12/16) di Aula Timur ITB dengan mengusung tema “How Will Tech-Startups Shape Our Future?”. Selain penjelasan mengenai dunia tech-startup, di sini U-NNOVATION juga telah mengundang beberapa pembicara dari dunia konsultan bisnis dan teknologi untuk memaparkan kondisi dan potensi Indonesia di bidang teknologi, serta bagaimana cara memanfaatkan potensi tersebut.


myhome_0

Acara dimulai dengan penyampaian kata sambutan oleh ketua panita U-NNOVATION dan Kepala Program Studi Teknik Elektro ITB, Arif Sasongko, S.T., M.Sc, Ph.D. “What, How, Why. Penting bagi kita untuk mengetahui potensi teknologi di Indonesia, serta bagaimana tech-startup berkembang. Namun tak kalah penting untuk melontarkan pertanyaan pada diri sendiri, mengapa saya harus mulai memanfaatkan potensi ini dari sekarang?” ujar Hans Ega (Teknik Elektro 2013) selaku ketua panita. Dukungan serupa juga dapat dilihat dari ucapan Ketua Program Studi yang mengaku senang dengan diadakannya acara seperti ini sebab selain dari bangku perkuliahan, mahasiswa juga dapat belajar dari hal lain, seperti mengadakan sebuah event.

myhome_1


Pembicara pertama adalah Aussie Haryono, Project Leader di The Boston Consulting Group Jakarta yang memaparkan kondisi Indonesia di bidang teknologi dan perkembangannya. Aussie menggunakan serangkaian data yang menunjukkan bahwa Indonesia berada pada era persaingan berdasarkan inovasi, di mana banyak perusahaan-perusahaan korporat yang sudah well-established ketar-ketir menghadapi persaingan yang ada, dan mulai menerapkan digitalisasi, otomasi, serta inovasi-inovasi kreatif lainnya. Yang menarik adalah, era kita sudah berbeda dengan penerapan bisnis konvensional. Perusahaan tidak lagi memiliki valuasi tertinggi berdasarkan aset dan brand, namun inovasi (Research and Development) sekarang telah menjadi salah satu penentu valuasi sebuah perusahaan. Aussie juga menjelaskan potensi teknologi di masa depan dan bidang-bidang yang diprediksi memiliki perkembangan pesat, di antaranya FinTech (Finance Technology), Manufacturing, dan sebagainya.

myhome_2


Selanjutnya, Leontinus Alpha Edison selaku Chief Operation Officer (COO) Tokopedia menceritakan pengalamannya dalam mengembangkan Tokopedia. Ia bercerita bagaimana Tokopedia dimulai dari tim yang sangat kecil, setiap hari melakukan pitching ke berbagai investor, hingga akhirnya bisa menjadi sebuah platform utama yang sering kita pakai dalam kehidupan sehari-hari. Leontinus mengatakan bahwa tantangan dalam menjalankan bisnis selalu ada, dan selalu bervariasi seiring waktu. Kita tidak dapat mengetahui secara pasti tantangan apa yang harus kita hadapi, namun Leontinus mengatakan apapun langkah yang diambil, Tokopedia selalu berpegang pada tiga nilai berikut: (1) Focus on customers, (2) Growth mindset, (3) Make it happen and make it better.

 

Pembicara ketiga adalah Sukan Makmuri, Chief Technology Officer (CTO) di KUDO. Sukan menjelaskan nilai-nilai penting yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan bisnisnya. Satu hal yang disinggung olehnya, bahwa pada era inovasi ini, memulai bisnis bukanlah sekedar membuat sebuah perusahaan, melainkan membuat sebuah environment yang di dalamnya terdapat target market yang dituju, persaingan, dan juga kita diperhadapkan dengan habit (kebiasaan) yang sudah ada sebelumnya. Ia juga menyatakan bagaimana dari begitu banyak startup yang ada, hanya sedikit yang berhasil menjadi besar. “Kita tidak bisa berpikiran ideal saat memulai bisnis, namun kita harus siap jatuh dan segera bangkit dan mencoba kembali. Itu yang terpenting.”

cafe


Materi yang dibawakan oleh Sukan diperkuat oleh pembicara terakhir, yaitu Riri Satria, Chief Executive Officer (CEO) dan Founder Value Alignment Group. Riri memulai sesinya dengan meluruskan definisi inovasi, di mana inovasi ada yang sifatnya new to the world, dan juga enhance the existing. Inovasi tidak harus menciptakan sesuatu dari yang belum ada, karena secara implementasi akan sulit. Setelah itu, Riri menjelaskan secara detail dan terstruktur bagaimana cara memulai bisnis berbasis teknologi di era inovasi ini, serta parameter-parameter apa saja yang perlu diperhatikan. Riri juga mengajarkan framework-framework umum yang digunakan untuk mengembangkan bisnis teknologi dan cara menggunakannya, salah satunya adalah Strategic Digital Platform. Tak lupa, serangkaian motivasi untuk para peserta seminar juga diberikan. “To live a creative life, we must lose our fear of being wrong.” Ini merupakan salah satu kalimat motivasi yang dibawakan oleh Riri kepada peserta seminar. Riri juga gemar menulis dan telah menerbitkan buku puisinya berjudul “Jendela”. Ia memberikan buku tersebut kepada beberapa peserta pada sesi tanya jawab.


Seminar berakhir pukul 14.00 WIB, dan serangkaian acara U-NNOVATION telah berakhir. Himpunan Mahasiswa Elektroteknik (HME) ITB berharap dapat meneruskan acara ini tahun depan, sehingga dapat membawa dampak positif bagi lebih banyak orang .

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *