Author: HME ITB

Kisah Abil dan PALAPA

Bismillah…

333145

Kalau mau cerita tentang pijakan kaki seorang Abil di PALAPA inilah awal mulanya. Berakar dari gagalnya hari yang seharusnya menjadi hari pelantikan. Setelah kegagalan itu dilanjutkan metode wawancara untuk ca-PALAPA dan berujung pada sebuah pertanyaan yang intinya adalah bagaimana pendapat ca-PALAPA jika pelantikannya dengan metode live-in. Sebenarnya pewawancara atau kita sebut saja para anggota PALAPA menanyakan kita sebaiknya bagaimana metode pelantikan yang disarankan setelah kegagalan kemarin. Namun sebenarnya kita disetir juga untuk mengikuti bahwa pelantikan PALAPA tetap akan menggunakan metode live in. Pada waktu wawancara saya menyanggupi akan ikut live in berikutnya. Selang beberapa hari kemudian, dikumpulkan seluruh ca-PALAPA untuk diberitahu kapan live in berikutnya dilaksanakan dan bagaimana keberlanjutan PALAPA kelak. Saya telat dan bisa dibilang tidak mengikuti forum tersebut dan ternyata seperti hari pelantikan yang tidak jadi sebelumnya yang dimana saya tidak bisa ikut dikarenakan ada ujian kimia, live in berikutnya pun sekali lagi bentrok dengan ujian 2 kimia. Namun ternyata untungnya jadwal ujian 2 kimia dipindah.

Okey, mulai memasuki area live in. Ternyata MEGATRON (HME angkatan 2015) yang mengikuti live in hanya sedikit, untungnya saya sudah cukup mengenal dekat anak-anak MEGATRON yang ikut live in jadi saya sih enjoy enjoy aja~ Sebenarnya ada alasan kuat mengapa banyak anak MEGATRON yang tidak bisa ikut live in. Suasana waktu itu adalah suasana tugas akhir dan awal dari ujian-ujian. Mayoritas anak MEGATRON sangat keos, termasuk saya. Cerita saya tentang keos tugas akhir Sistem Digital lebih seru lagi, tapi itu kurang pantas diceritakan disini. Biarlah cerita itu diketahui oleh yang sudah tau saja. Oke lanjut barudak. Seiring mendekati hari H, seperti biasa seorang Abil. Bukannya semakin semangat, tapi semakin malas. Dengan memikirkan spek-spek yang belum siap, lalu tugas-tugas yang keos membuat dari hari ke hari semakin tidak bersemangat. Dan tibalah akhirnya H-1, disitu saya menginap di sekre dan sangat kurang tidur karena mati-matian mengerjakan tugas akhir, dan amazingnya semua spek disiapkan H-1. Yak hari keberangkatan, berkumpul di HME setelah maghrib, dan ngaret. Jadi aja saya ikutan ngaret~ Briefing singkat dan hal konyol terjadi. Pada waktu briefing ditanyakan siapa yang bisa bawa mobil kopling, dan disitu hanya saya yang mengatakan bisa. Saya pikir saya akan menjadi supir cadangan jika terjadi apa-apa, ternyata saya ditugaskan untuk full menyupir mobil kopling yang sebenarnya saya tidak lancar-lancar amat membawa mobil kopling. Semua rencana saya semakin berubah tiap detik demi detik, saya awalnya berencana tidur sepanjang perjalanan makanya pada hari sebelumnya saya meminimalisasi waktu tidur.

Berangkat kuy! Tapi foto dulu~ Post di OA HME~

131167

Tapi gajelas~ Yaudah~~~~ Perjalanan dibagi 2 mobil, mobil pertama disupiri Abil dengan navigasi langsung oleh Ka Ahmad serta wanita-wanita dari MEGATRON yaitu Chia, Nabila, Irni, Siti, dan Linda. Dan di mobil kedua, mobil matic yang katanya lebih nyaman disupiri oleh Ka Galibh dan peumpang sisanya yaitu pria-pria tangguh yang sepertinya tidur sepanjang perjalanan. Pria-pria tersebut yaitu Ka David, Ka Ali, Yoland, dan Iqbal Fawwaz. Pemberhentian pertama di SPBU Pasteur, isi bensin dan beli cemilan. Nothing special~ Pemberhentian kedua, Indomaret atau Alfamart lupa yang kalo gasalah di daerah Padalarang. Jajan lagi, sama beberapa orang isi perut di tempat makanan di pingggir jalan deket mini market tersebut. Tidak lupa beli doping berupa kratindeng atau apalah itu namanya. Nah ini hal yang cukup berkesan. Sepanjang perjalanan diisi oleh obrolan yang awalnya serius sampai tidak ada respect ke SekretasiJendral HME periode ini. Ka Ahmad 🙂 ngobrolin apa aja? Sumpah gapenting makanya lupa. Sebenernya inget sih tapi males diceritain hehehehe.

20161126_080837

Singkat cerita tibalah di Sukabumi~ Tada~ Numpang dulu di rumah anggota luar biasa HME. Dikasih sambutan sama tempat bobo. Disitu akhirnya tidur yes~ Paginya berangkat dari rumah ke suatu check point dengan menggunakan ojek yang jalannya bukan jalan standar yang biasa dilewati oleh orang-orang kota. Setelah tukang ojek 2 kali bolak-balik karena tidak sesuai jumlah ojek dengan penumpang, kami turun ke Desa Lio dengan jalan kaki. Nah rencana atau bisa dibilang ekspektasi saya kembali kacau. Waktu sebelum-sebelumnya kami diberitahu bahwa perjalanan menggunakan ojek dan jalan kaki akan memakan waktu yang cukup lama. Pertama ojek berkendara dengan cukup mengerikan dan tidak nyaman saya sebenarnya agak berabe kalau ternyata ojeg akan berkendara cukup lama, namun ternyata hanya sebentar 🙂 Di lanjutkan perjalan ke Desa Lio, disitu fisik saya sedang tidak prima seperti biasanya, serta sendal yang kurang nyaman dipakai sehingga saya cukup sedikit kapok dalam perjalanan turun yang cukup menyiksa kaki. Namun ternyata, perjalanan cukup singkat tidak selama yang saya pikirkan dan tiba-tiba sampailah kita di Desa Lio. Pertama-tama kami datang ke rumah dua orang yang mempunyai nama di Desa Lio menurut pandangan saya tapi saya lupa namanya. Disana diberi sambutan, lalu dilihatkan hasil apa yang sudah dilakukan PALAPA selama ini yang berupa PLTS serta Desa Lionya sendiri. Mulailah pembagian tugas dilaksanakan, ada yang mengurusi PLTS, ada yang jalan-jalan berhubung dengan PLN, ada juga yang tidur. Yak! Tepat Sekali! Saya yang tidur 🙂 Awalnya dimaklumi karena saya menyupir dan kurang tidur, tapi emang sudah hakikatnya seorang Abil itu tukang tidur. Apalagi kalau Abil tidak tau apa yang mau dikerjakan. Oke bangun tidur langsung kerja dikit dong, ga gabut-gabut amat. Lupa sih ngapain, pokonya ada diskusi dengan warga Desa Lio tentang pembangunan WC umum yang baru runtuh karena longsor. Disitu saya hanya menyimak, seniorlah yang bekerja banyak heheheh. Setelah itu kita pergi ke MA, dibacanya kaya orang inggris. Em Ei, biar keren. Singkatan dari Mata Air, heheheh. Mata Air-nya juga ga keren-keren amat kaya ekspektasi, tapi okelah.

Malam pun tiba… Jeng-jeng… Solat, makan, tidur. Udah gitu aja.

 

Yak lanjut keesokan harinya. Solat. Tidur. Makan. Udah gitu aja. Engga ketang boong. Abis makan gawe dikitlah, benerin lampu jalan terus siap-siap mau pulang. Jalan-jalan dulu bentar sama Yoland, mau liat mikrohidro (semacam PLTA kecil gitulah). Abis itu pamit, disuguhi ayam, ayam disana itu mewah coy. Biasanya cemilan sama mie seingatku. Naik keatas deh ke arah chek point. Liat orang ngumpet lagi ee. Ga penting banget sih diceritain. Tapi biarin. Udah check point. Naik ojek. Terus cabut deh, ceritanya Ka Ahmad pengen nyobain nyetir mobil manual. Terjadi ketegangan pada seluruh isi mobil… Padahal biasa aja sih. Di jalan raya terus tukeran. Sebelum nyampe Bandung, mampir dulu yang katanya sesuai tradisi PALAPA, makan di dua tak, semacam Ampera kalo gasalah. Makan-nya dibayarin PALAPA 🙂 Udah deh nyampe di ITB. Terus dilantik. Biasa banget yak? Terlalu biasa malah… He. He. He. He.

390503

Apa yang seorang Abil dapatkan? Kalo boleh jujur, itu lebih kaya liburan ditengah hiruk pikukya kuliah bersama temen-temen baru. Alhamdulillah jadi makin solid ama Yoland, Iqbal Fawwaz, sama Chia. Jadi aga deket dan makin kenal sama Nabila, Irni, Siti, Linda. Terus jadi ketauan kelakuan senior-senior kita yaitu Ka Ali yang yasudahlah, Ka Ahmad yang lebih yasudahlah lagi, Ka David yang ternyata sedikit caleuy, dan Ka Galibh yang emang serius orangnya tapi lumayanlah nambah relasi~ Live in nya gimana? Sumpah beda banget kaya ekspektasi, itu kaya liburan banget semua disediain. Seniornya juga terlihat nyaman-nyaman aja.. Tapi buat liburan keren banget sih sumpah wkkwkw. Ohiya sebelum mampir ke tradisi PALAPA, kita beli oleh-oleh dulu choy di Mochi LENTERA. Sumpah itu worth it banget gengs. Apa lagi ya kalau mau diulik. Desa disana nyaman banget, terus kayanya rajin ibadah di mesjid. Ada mitos manusia serigala dari daerah sebelah gara-gara ditemukan mayat kambing yang tercabik-cabik, tapi cuman bentar doang kejadiannya, mitosnya yang lama. Paling kalau mau diulik banget sih kagum sama Warga Desa Lio yang pendidikannya terbatas (nih yang kaya gini-gini nih sombongnya anak ITB hehehehe) tapi bisa bikin mikrohidro yang aku sendiri gabisa bikin kayanya, walaupun katanya itu dibikinin sama anak kuliahan dari Jakarta apalah lupa namanya. Tapi tetep aja keren sih, terus mereka juga ngurusin beberapa lampu disana, itu agak keren sih coy.

390582

Udah lah ya sekian, maaf banyak banget salah kata

Ohiya astaghfirullah kelupaan, dari tadi kayanya ada satu orang lupa disebut. Akhirnya sekarang inget. Orang tersebut adalah Bos Kevin, atau beberapa memanggilnya Bokep. Ga terlalu akrab tapi lumayanlah, ini baru yang namanya engineer. Beliau lah pemegang komando tentang keprofesian elektroteknik di Desa Lio. Udah sih sekian, maaf-maaf aja ya. Tidak ada unsur kesengajaan disini. FYI Bos Kevin mobilnya bersama pria-pria tangguh. Sekali lagi sekian dan terimakasih.

 

How Will Tech-Startups Shape Our Future ?

 

myhome

Kita telah memasuki era persaingan bisnis dengan inovasi. Bisa saja sebuah perusahaan besar jatuh seketika dikarenakan adanya inovasi baru. Menyadari pentingnya pengembangan inovasi, Himpunan Mahasiswa Elektroteknik (HME) ITB menyelenggarakan acara bernama U-NNOVATION yang terdiri dari kompetisi dan juga seminar. Seminar ini diadakan pada Kamis (01/12/16) di Aula Timur ITB dengan mengusung tema “How Will Tech-Startups Shape Our Future?”. Selain penjelasan mengenai dunia tech-startup, di sini U-NNOVATION juga telah mengundang beberapa pembicara dari dunia konsultan bisnis dan teknologi untuk memaparkan kondisi dan potensi Indonesia di bidang teknologi, serta bagaimana cara memanfaatkan potensi tersebut.


myhome_0

Acara dimulai dengan penyampaian kata sambutan oleh ketua panita U-NNOVATION dan Kepala Program Studi Teknik Elektro ITB, Arif Sasongko, S.T., M.Sc, Ph.D. “What, How, Why. Penting bagi kita untuk mengetahui potensi teknologi di Indonesia, serta bagaimana tech-startup berkembang. Namun tak kalah penting untuk melontarkan pertanyaan pada diri sendiri, mengapa saya harus mulai memanfaatkan potensi ini dari sekarang?” ujar Hans Ega (Teknik Elektro 2013) selaku ketua panita. Dukungan serupa juga dapat dilihat dari ucapan Ketua Program Studi yang mengaku senang dengan diadakannya acara seperti ini sebab selain dari bangku perkuliahan, mahasiswa juga dapat belajar dari hal lain, seperti mengadakan sebuah event.

myhome_1


Pembicara pertama adalah Aussie Haryono, Project Leader di The Boston Consulting Group Jakarta yang memaparkan kondisi Indonesia di bidang teknologi dan perkembangannya. Aussie menggunakan serangkaian data yang menunjukkan bahwa Indonesia berada pada era persaingan berdasarkan inovasi, di mana banyak perusahaan-perusahaan korporat yang sudah well-established ketar-ketir menghadapi persaingan yang ada, dan mulai menerapkan digitalisasi, otomasi, serta inovasi-inovasi kreatif lainnya. Yang menarik adalah, era kita sudah berbeda dengan penerapan bisnis konvensional. Perusahaan tidak lagi memiliki valuasi tertinggi berdasarkan aset dan brand, namun inovasi (Research and Development) sekarang telah menjadi salah satu penentu valuasi sebuah perusahaan. Aussie juga menjelaskan potensi teknologi di masa depan dan bidang-bidang yang diprediksi memiliki perkembangan pesat, di antaranya FinTech (Finance Technology), Manufacturing, dan sebagainya.

myhome_2


Selanjutnya, Leontinus Alpha Edison selaku Chief Operation Officer (COO) Tokopedia menceritakan pengalamannya dalam mengembangkan Tokopedia. Ia bercerita bagaimana Tokopedia dimulai dari tim yang sangat kecil, setiap hari melakukan pitching ke berbagai investor, hingga akhirnya bisa menjadi sebuah platform utama yang sering kita pakai dalam kehidupan sehari-hari. Leontinus mengatakan bahwa tantangan dalam menjalankan bisnis selalu ada, dan selalu bervariasi seiring waktu. Kita tidak dapat mengetahui secara pasti tantangan apa yang harus kita hadapi, namun Leontinus mengatakan apapun langkah yang diambil, Tokopedia selalu berpegang pada tiga nilai berikut: (1) Focus on customers, (2) Growth mindset, (3) Make it happen and make it better.

 

Pembicara ketiga adalah Sukan Makmuri, Chief Technology Officer (CTO) di KUDO. Sukan menjelaskan nilai-nilai penting yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan bisnisnya. Satu hal yang disinggung olehnya, bahwa pada era inovasi ini, memulai bisnis bukanlah sekedar membuat sebuah perusahaan, melainkan membuat sebuah environment yang di dalamnya terdapat target market yang dituju, persaingan, dan juga kita diperhadapkan dengan habit (kebiasaan) yang sudah ada sebelumnya. Ia juga menyatakan bagaimana dari begitu banyak startup yang ada, hanya sedikit yang berhasil menjadi besar. “Kita tidak bisa berpikiran ideal saat memulai bisnis, namun kita harus siap jatuh dan segera bangkit dan mencoba kembali. Itu yang terpenting.”

cafe


Materi yang dibawakan oleh Sukan diperkuat oleh pembicara terakhir, yaitu Riri Satria, Chief Executive Officer (CEO) dan Founder Value Alignment Group. Riri memulai sesinya dengan meluruskan definisi inovasi, di mana inovasi ada yang sifatnya new to the world, dan juga enhance the existing. Inovasi tidak harus menciptakan sesuatu dari yang belum ada, karena secara implementasi akan sulit. Setelah itu, Riri menjelaskan secara detail dan terstruktur bagaimana cara memulai bisnis berbasis teknologi di era inovasi ini, serta parameter-parameter apa saja yang perlu diperhatikan. Riri juga mengajarkan framework-framework umum yang digunakan untuk mengembangkan bisnis teknologi dan cara menggunakannya, salah satunya adalah Strategic Digital Platform. Tak lupa, serangkaian motivasi untuk para peserta seminar juga diberikan. “To live a creative life, we must lose our fear of being wrong.” Ini merupakan salah satu kalimat motivasi yang dibawakan oleh Riri kepada peserta seminar. Riri juga gemar menulis dan telah menerbitkan buku puisinya berjudul “Jendela”. Ia memberikan buku tersebut kepada beberapa peserta pada sesi tanya jawab.


Seminar berakhir pukul 14.00 WIB, dan serangkaian acara U-NNOVATION telah berakhir. Himpunan Mahasiswa Elektroteknik (HME) ITB berharap dapat meneruskan acara ini tahun depan, sehingga dapat membawa dampak positif bagi lebih banyak orang .

 

 

Untuk Kamu dan Kita

Logo BP(1)


Untuk calon-calon pemimpin HME ITB khususnya, massa HME umumnya


Banyak sudah tenaga yang kalian curahkan, ide yang kalian pikirkan, hati yang kalian mantapkan, dan janji yang kalian ucapkan hingga hari ini. Tujuannya tiada lain adalah untuk perbaikan dan kemajuan HME sekarang dan di masa yang akan datang. Untuk HME, dan ketujuratusan massanya, dengan keunikannya masing – masing. Seperti itu pula lah kalian, Fiqi, Fatur, dan Rangga, adalah salah tiga dari massa yang unik akan karakter dan dengan keinginan menjadi pemimpin HME ITB ke depannya.


Fiqi,
Diam adalah emas tercermin dalam pribadimu. Kecerdasan dan daya analisis yang kuat dapat menjadi modal berhargamu untuk terus berkarya memecahkan permasalahan yang ada di sekitar. Begitu pun pengalaman – pengalamanmu selama ini seperti Ketua EEDays, Kadiv Logistik Wisuda April, Staff Keprofesian Elektro, dan pengalaman lainnya, jadikan pengalaman-pengalaman itu sebagai guru, yang membuatmu semakin bijak dalam mengambil keputusan. Pengalaman itu akan membantumu terus berkembang dan memperluas sudut pandangmu tentang dunia, termasuk HME di dalamnya.


Fatur,
Suatu kebahagiaan bagimu untuk selalu menghadirkan tawa bahagia pada diri orang lain. Hal ini membuat kehadiranmu memiliki makna tersendiri bagi massa HME. Pribadi yang penuh dengan kehangatan dan kenyamanan membuat orang tak segan untuk dekat dan berbagi pikiran denganmu. Pengalaman sebagai Kadiv Profil 1 tentang mengenal HME ITB (MBC), Mankon kebanggaan HME ITB, Staff KART, dan pengalaman lainnya telah membuat potensi dan cara pandangmu berkembang lebih luas lagi. Teruslah berkarya dan membuat orang lain bahagia, karena di situlah sebenarnya letak kebahagiaan.


Rangga,
Keinginan dan motivasi yang kuat sudah tertancap dalam dirimu. Kegigihan untuk terus belajar dan menjelajahi berbagai hal baru menjadikan pribadimu sebagai sosok yang dinamis. Pembelajaran yang kamu dapatkan di kampus Ganesha dengan menjadi Danlap PLO, Kadiv Profil 2 Tentang Softskill (MBC), Anggota MPA HME ITB, dan pengalaman lainnya dapat kamu jadikan bekal ke depannya. Peliharalah rasa keingintahuanmu yang besar itu, kelak dengan itu kamu akan dapat berbagi lebih banyak lagi.


Sudah banyak perubahan yang terjadi pada diri kalian, tetapi ingatlah untuk terus belajar. Belajar mengenal diri, belajar mengenal teman, belajar mengenal HME, dan belajar mengenal kehidupan. Dengan mengenal, kalian akan lebih banyak memahami dan bijaksana dalam bersikap, karena sejatinya tidak ada yang sempurna.


Jika kalian merasa sudah berusaha maksimal untuk HME, hilangkanlah rasa itu. Jika kalian sudah menganggap diri kalian pantas menjadi pemimpin, hilangkanlah anggapan itu. Hilangkanlah setiap titik kesombongan yang ada dalam diri kalian dan jadilah pemimpin yang rendah hati, yang terus mau belajar dari siapapun. Banyak harapan yang dititipkan di pundak kalian, jawablah harapan-harapan itu dengan aksi nyata dan bersungguh-sungguh.


Untuk massa HME, dukung dan bantulah para pemimpin dan calon pemimpin kita, baik dalam hal-hal positif dengan cara berkontribusi membantu, maupun dalam hal-hal negatif dengan mengingatkan dan menunjukkan jalan yang lebih baik. Karena sejatinya seorang pemimpin adalah pribadi di tengah-tengah kelompok manusia, bukan kelompok dalam pribadi seseorang. Mereka bukanlah sosok sempurna, karena manusia selalu memiliki kekurangan. Saat kita menyadari ada yang salah, kita selalu memiliki pilihan untuk mengingatkan, membantu, menjelekan, atau diam. Pilihlah pilihan yang terbaik. Ingatlah, tidak ada kepemimpinan tanpa ketaatan.


Pesan saya, jadilah manusia merdeka yang senantiasa berpikir dan bergerak dari hasil pemikiran, bukan manusia yang terjebak atas jawaban orang lain dan menutup mata hati karena perkataan orang lain. Karena begitulah cara menghargai dan mensyukuri diri sendiri atas nikmat Tuhan YME. Bersikaplah rendah hati, teruslah berusaha dan belajar untuk menegakkan kebenaran.


Dan terakhir, entah nanti HME akan dibawa menjadi fast learner, kritis, ataupun layaknya rumah, pastikan tekad yang sudah kalian buat akan tetap kalian lakukan untuk kebaikan bersama, khususnya HME ITB.

[Writing Competition] Aplikasi Internet Of Things

Pernahkah kamu membayangkan bagaimana bila semua benda dapat saling berkomunikasi satu sama lain melalui internet? Sekarang kamu tidak perlu membayangkannya lagi karena hal tersebut semuanya kini sudah mulai menjadi kenyataan. Karena kini kita sudah mulai masuk era Internet Of Things atau biasa disingkat IoT. Istilah IoT dikenalkan oleh Kevin Ashton pada tahun 1999 pada salah satu presentasinya dan mulai terkenal melalui Auto-ID Center di MIT.


Ponsel dan komputer merupakan salah satu contoh dari IoT. Namun, IoT tidak hanya sebatas itu. Kedepannya semua benda-benda dalam kehidupan sehari-hari seperti kulkas, ac, tv, dan lainnya akan tersambung ke Internet. Kalau dulu ada isitlah Connecting Every People sekarang ada istilah Connecting Every Things. Namun untuk apa benda-benda tersebut terhubung ke internet? Benda-benda tersebut terhubung ke internet agar dapat belajar dari yang lain(contohnya menggunakan data-data yang ada di internet) dan tentu untuk mempermudah kehidupan manusia. Simak contoh penerapan IoT berikut ini :

Untitled

Smart Refrigerator Samsung
Sumber : Kahfi Dirga Cahya/KOMPAS.com

Contoh pertama adalah kulkas. Gambar tersebut merupakan kulkas pintar dari Samsung. Dalam kulkas tersebut terdapat kamera yang berguna untuk memantau isi kulkas. Kita bisa memantau isi kulkas tersebut menggunakan ponsel di mana saja dan kapan saja. Dengan begitu kita bisa tau apakah kita masih memiliki stok makanan di rumah, jika tidak kita bisa segera membelinya ke supermarket. Kita tidak perlu lagi was-was apakah masih punya stok makanan atau tidak. Selain itu terdapat pula fitur pengingat makanan. Fitur ini berguna untuk mengingatkan kita tentang kadaluwarsa makanan yang ada di dalam kulkas. Dengan begitu kita bisa mengurangi jumlah makanan basi yang terbuang percuma hanya karena lupa dimakan. Artinya teknologi ini juga mampu membantu mengenai masalah pangan di dunia.

1Untitled

Penyiram Tanaman Otomatis Edyn Garden
Sumber : ippinka.com

Contoh kedua adalah sebuah penyiram tanaman otomatis. Kedengarannya seperti suatu benda yang sepele. Namun alat ini cukup membantu kita dalam menyiram tanaman karena seringkali kita lupa untuk melakukan hal tersebut. Alat ini tidak sekedar menyiram otomatis sesuai jadwal tetapi juga dapat mendeteksi kandungan tanah, cuaca, kelembapan udara. Selain itu alat itu dapat memberi saran kepada kita dari koleksi data-data dimiliki mengenai tanaman apa yang cocok pada daerah kita, kapan waktu panen yang pas, dsb.

11Untitled

Ilustrasi Lampu Kota
Sumber : pexels.com

Untuk skala yang lebih besar IoT dapat dimanfaatkan untuk mewujudkan smart city. Contohnya seperti di Kota Semarang dimana lampu-lampu penerangan jalan dikontrol di suatu tempat. Terdapat fitur yang dapat mendeteksi lampu mana saja yang rusak. Dengan begitu lampu tersebut dapat segera diperbaiki tanpa perlu repot-repot berkeliling ke tiap sudut kota yang tentunya memakan waktu dan biaya yang lebih besar. Selain itu, terdapat fitur untuk mengatur intensitas cahaya lampunya sehingga dapat dibuat terang di tempat-tempat yang membutuhkan.
Masih banyak hal yang bisa dimanfaatkan dengan IoT tentunya. Oleh karena itu, ini merupakan suatu kesempatan bagi kita sebagai mahasiswa elektroteknik untuk dapat menjadi pemain di era IoT ini. Selain itu, berdasarkan Data Akamai Q4 2015 Global Average Connection Speeds Rankings. Rata-rata kecepatan internet tertinggi indonesia mencapai peringkat 6 dunia memungkinkan IoT bisa dilaksanakan.
Nah apakah-apakah kamu tertarik untuk menjadi pemain dari IoT ?

Shalahuddin Al Ayyubi
Teknik Elektro
13215037

Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Internet_of_Things diakses 9 November 2016
http://www.reopan.com/internet-of-things-kevin-ashton/ diakses 9 November 2016
http://www.ippinka.com/blog/edyn-garden-sensor-technological-green-thumb-2/ diakses 9 November 2016
http://www.kaskus.co.id/thread/5818168a1a9975d2368b456d/semua-jadi-lebih-mudah-sejak-ada-internet-ya-gan diakses 9 November 2016
https://www.youtube.com/watch?v=clYhR5ZfLvA diakses 9 November 2016
http://www.lighting.philips.com/main/systems/connected-lighting/connected-lighting-for-smart-cities/lighting-cities-today/semarang.html diakses 9 November 2016

[Writing Competition] Penanganan Obat LASA Dengan RFID

 

Apakah anda menemukan perbedaan antara obat pada setiap gambar? Sekilas, obat-obatan ini terlihat sama saja.  Namun tentu anda dapat menemukan perbedaannya setelah melihat dengan jeli.

Untitled

Pada gambar pertama (gambar kiri atas), dua obat tersebut terlihat mirip saja. Padahal jika dicermati kembali, salah satu obat bertuliskan eye drops (tetes mata) dan yang lainnya bertuliskan ear drops (tetes telinga). Kemudian pada gambar lainnya (gambar bawah), keduanya terlihat sangat mirip padahal keduanya merupakan dua obat berbeda. Botol kiri berisi metronidazole, yang merupakan antibiotik, sementara botol kanan merupakan metformin yang merupakan obat penurun kadar gula darah untuk pasien diabetes mellitus (DM). Sungguh celaka jika apoteker salah memberikan obat kepada pasien. Contohnya saja, jika metronidazole dan metformin tertukar. Seorang pasien non-DM yang terinfeksi mikroba mendapatkan resep metronidazole dalam jangka waktu tertentu, namun apoteker tertukar dan memberikan metformin pada pasien. Kadar gula darah pasien dapat menurun hingga menyebabkan hipoglikemia (kadar gula darah yang rendah). Hipoglikemia dapat menyebabkan kelemahan hingga pingsan jika tidak ditangani. Kemudian infeksi yang dialami pasien pun tidak terobati karena pemberian obat yang salah.

Obat-obatan yang tampak atau terdengar mirip seperti contoh diatas disebut obat-obat LASA (Look Alike Sound Alike). Obat-obat LASA ini tidak sedikit jumlahnya dan dapat menyebabkan efek yang fatal jika tertukar. Sejauh ini, apoteker mengatasi kesalahan pemberian obat LASA dengan menempelkan tanda “obat LASA” berbentuk sticker. Namun, resiko kesalahan tetap ada. Hal ini dihadapi seorang apoteker yang menerima puluhan hingga ratusan resep setiap harinya. Banyaknya resep menuntut seorang apoteker untuk bekerja cepat dan tangkas, namun pekerjaan ini juga menuntut ketelitian tinggi.

Dengan kemajuan era digital, teknologi terkini dapat menjadi jawaban untuk masalah ini. Salah satunya adalah penggunaan sistem RFID untuk memudahkan apoteker dalam mengetahui lokasi rak obat tertentu. Dengan sistem ini, diharapkan tidak akan ada kesalahan pengambilan obat yang berakibat fatal.

RFID (Radio Frequency Identification) merupakan suatu tag yang berisi chip yang mengandung informasi, terhubung dengan suatu transmitter yang diaktifkan dengan RFID reader. Reader RFID akan mengirim sinyal dan RFID akan mengembalikan sinyal yang berisi informasi pada chip tersebut. Sebuah reader sederhana bisa berisi antenna (untuk menerima sinyal), modulator (untuk meneruskan sinyal ke chip), demodulator (untuk menerjemahkan sinyal agar terbaca), control unit (untuk mengatur hubungan antara chip dengan perangkat eksternal seperti PC), dan power supply. Sementara tag RFID berisi antenna, microchip, memory, dan package. Berikut penggambaran sistemnya.

Untitled1

 

Antara RFID tag dengan reader terhubung seperti transformator. Tipikal frekeunsi sinyal yang digunakan yaitu 13.56 MHz dan 135 kHz untuk RFID reader dan dikembalikan dengan frekuensi di atas 868 MHz. Antenna pada tag RFID akan menghasilkan sinyal AC dari induksi oleh antenna pada reader RFID. Di dalam tag, terdapat penyearah sederhana berupa diode yang akan menyuplai microchip. Lalu sinyal akan dikembalikan ke reader menjadi sinyal berisi data dari microchip tersebut.

Sistem yang ditawarkan oleh penulis adalah sistem mapping menggunakan tag RFID. Tag RFID ini akan dipasang pada rak-rak obat dengan informasi nama dan jenis obat yang ada pada rak tersebut. Sebuah reader RFID yang terpasang pada gudang obat ini akan mendeteksi lokasi setiap obat secara spesifik yang akan ditampilkan pada devais lain. Saat hendak mengambil obat, apoteker hanya perlu melihat pada devais tersebut untuk mengetahui letak obat yang bersangkutan. Dengan cara ini, kesalahan pengambilan obat bisa terminimalisasi, terutama pada rush hour.

Selain mapping, sistem ini juga bisa bermanfaat sebagai penyimpan data obat. Tag-tag RFID yang terpasang tidak hanya akan menampilkan letak rak obat, namun juga menampilkan data tanggal kadaluarsa obat. Dengan cara ini, bisa dibuat sistem peringatan dini saat obat tertentu akan habis tanggal kadaluarsanya.

Sehingga, RFID akan sangat bermanfaat bagi rumah sakit dalam meningkatkan efisiensi kerja apoteker, sehingga antrean pasien di loket obat dapat berkurang, menurunnya resiko kesalahan penyiapan obat, juga tersedianya data real-time mengenai kondisi obat pada gudang. Selain itu, dapat meningkatkan keamanan pasien, karena dapat menghindari tertukarnya pemberian obat akibat obat LASA.

Terlepas dari semua manfaat yang bisa ditawarkan, masih ada kekurangan dari sistem ini. Pertama, biaya yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan sistem ini cukup besar karena akan dibutuhkan RFID dalam jumlah yang cukup banyak dan sistem pembaca RFID yang terintegrasi dengan komputer pusat. Kedua, harus diteliti lebih lanjut apakah RFID akan mempengaruhi obat, terutama segi stabilitas obat. Ketiga, tidak ada jaminan sistem ini bisa terjaga dengan baik jika penanganannya diserahkan pada sembarang orang yang bukan ahlinya semata-mata untuk mengehemat pengeluaran.

Hambatan bukan sesuatu yang dapat dihindari untuk menjalankan sistem ini. Namun, penulis tetap berharap sistem ini bisa diimplementasikan dan bermanfaat bagi sistem kesehatan di Indonesia.

Muhamad Abduh Taufan

13213004

Mahasiswa S1 Teknik Elektro ITB

Sumber:

Ernesto Iadanza (2009). RFId Technologies for the Hospital. How to Choose the Right One and Plan the   Right Solution?, Recent Advances in Biomedical Engineering, Ganesh R Naik (Ed.), ISBN: 978-953           307-004-9, InTech, Available from: http://www.intechopen.com/books/recent-advances-in             biomedical-engineering/rfidtechnologies-for-the-hospital-how-to-choose-the-right-one-and           plan-the-right-solution. (diakses pada 6 November)

http://reference.medscape.com/drug/flagyl-metronidazole-342566 (diakses pada 8 November 2016)

http://reference.medscape.com/drug/glucophage-metformin-342717 (diakses pada 8 November 2016)

Sumber gambar:

http://abcnews.go.com/Blotter/slideshow?id=9981722 (diakses pada 8 November 2016)