MEMILIH ALAT PEMBAYARAN

0

Oleh: Safir Senduk

 

Dikutip dari detikcom

 

Anda pernah mengalami kebingungan dalam membayar belanjaan? Apakah dengan cara tunai, atau dengan memakai kartu kredit? Manakah cara yang paling nyaman?

 

Bila berbelanja di pasar tradisional, umumnya pedagang hanya menerima uang tunai. Tetapi, bila berbelanja di pasar swalayan, Anda punya pilihan untuk membayar dengan kartu kredit.

 

Pilihan untuk membayar tunai atau memakai kartu kredit sebetulnya tidak hanya terbatas ketika Anda berbelanja kebutuhan rumah tangga. Banyak tempat lain yang juga menerima kartu kredit, seperti restoran atau toko buku.

 

Untuk mengetahui bagaimana memilih alat pembayaran yang tepat, maka tulisan kali ini akan menunjukkan untung ruginya membayar dengan cara tunai atau kartu kredit, serta bagaimana saran atau solusinya.

 

Tunai

tunai

 

Bila Anda berbelanja dengan uang tunai, maka ada banyak kelebihan yang bisa Anda dapat. Misalnya, uang Anda di dompet ada Rp 200 ribu. Pada galibnya orang tidak akan berbelanja melebihi jumlah uang yang ada di dompet. Alasannya sederhana, orang tidak ingin kehabisan uang di dompet. Jadi, Anda akan berbelanja sedemikian rupa, sehingga tidak melebihi Rp 200 ribu.

 

Itulah sebabnya, kita sering mendengar orang berkata: “Saya tidak mau bawa uang banyak-banyak dalam dompet, karena kalau tidak uang itu pasti akan habis saya belanjakan.”

 

Lantas apa yang Anda lakukan bila kehabisan uang di dalam dompet? Anda akan pergi mengambil uang di ATM. Sebanyak Rp 200 ribu lagi, umpamanya. Setelah itu, Anda akan terus-terusan mengambil uang di ATM setiap kali kehabisan.

 

Pada suatu titik tertentu, Anda akan merasa bahwa sudah terlalu sering bolak-balik ke ATM. Anda lalu memutuskan: “Oke, kali ini saya ambil agak banyak. Bukan Rp 200 ribu, tetapi Rp 500 atau malah Rp 750 ribu.”

 

Akhirnya jadilah Anda mengambil Rp 750 ribu. Problemnya sekarang, Anda memiliki uang yang sangat banyak dalam dompet Anda. Apa yang terjadi kalau dompet Anda hilang dicuri atau dirampok? Kalau begitu, Anda bisa saja tidak membawa seluruh uang tersebut dalam dompet. Sebagian uang itu di simpan di rumah. Tetapi itu sama saja dengan ATM. Begitu uang dalam dompet habis, Anda akan mengambil lagi uang di rumah. Padahal, daripada uang tersebut ditaruh di rumah, lebih baik taruh saja di rekening bank Anda yang pasti memberikan bunga.

 

Jadi sebetulnya, membayar dengan menggunakan uang tunai tidak akan membuat Anda berbelanja melebihi jumlah uang tunai yang Anda miliki. Tetapi kalau uang tunai di dompet habis, Anda harus kembali dan kembali lagi ke ATM. Kalau Anda mengambil uang tunai dalam jumlah banyak, maka Anda akan terancam resiko kecurian.

 

Kartu Kredit

 

credit-card

 

Kartu Kredit adalah kartu pembayaran di mana transaksi Anda akan ditalangi oleh penerbit kartu, untuk kemudian ditagih kembali setiap akhir bulan atau pada bulan berikutnya. Sebetulnya, cara kerja kartu kredit menguntungkan. Bagaimana tidak? Ketika berbelanja, Anda tidak perlu langsung membayarnya, tetapi Anda baru membayarnya pada akhir bulan. Enak sekali. Jadi, kalimat yang tepat untuk ini adalah: “Beli sekarang, bayarnya nanti.” (buy now, pay later).

 

Prakteknya, kalimat “Beli sekarang, bayarnya nanti” membuat banyak orang menjadi berbelanja di luar kemampuannya. Sebagai contoh, penghasilan Anda setiap bulan hanya Rp 700 ribu. Anda hanya mampu mengeluarkan uang sebesar Rp 600 atau Rp 700 ribu per bulannya. Maka, bila Anda berbelanja hingga Rp 1 juta, maka Anda tidak bisa melunasi tagihan Rp 1 juta itu dalam satu kali pembayaran, karena Anda hanya sanggup membayar (mungkin) Rp 600 ribu. Sehingga sisa saldo hutangnya, akan dimasukkan dalam tagihan bulan berikutnya.

 

Nah, ini dia masalahnya: sisa tagihan itu akan berbunga. Dan bila tagihan plus bunganya tidak Anda bayar, maka tagihan dan bunga itu akan berbunga lagi yang jumlahnya tentu lebih besar. Begitu seterusnya. Inilah yang menyebabkan banyak orang tidak bisa membayar tagihan kartu kreditnya karena jumlah tagihannya sudah terlanjur besar hanya gara-gara sistem bunga berbunga.

 

Jadi sebetulnya, kartu kredit bisa dijadikan kawan, bila Anda mampu melunasinya tepat waktu. Tapi bila tidak, maka kartu kredit akan menjadi lawan Anda.

 

Kenapa sebaiknya dengan Kartu Debet?

 

debit

Lalu dengan apa Anda harus membayar transaksi belanja Anda? Tunai atau kartu kredit?

 

Sebetulnya, kartu kredit memiliki banyak kelebihan bila Anda bisa menggunakan kartu kredit itu dengan cara yang benar. Artinya, bila Anda bisa melunasi tagihannya secara lunas setiap kali tagihan itu datang. Namun pada prakteknya, sebagian besar masyarakat tidak bisa mengendalikan penggunaan kartu kredit mereka.

 

Itulah sebabnya saya menyarankan Anda untuk memakai Kartu Debet. Kartu Debet (dikenal juga dengan nama Kartu Debit) adalah kartu pembayaran di mana transaksi pembayaran yang Anda lakukan dipotong langsung dari rekening Anda di bank. Jadi seperti membayar tunai, tanpa perlu membawa banyak uang tunai. Dengan Kartu Debet, Anda akan berbelanja sesuai jumlah uang yang Anda miliki di rekening bank. Dan Anda tidak bisa berbelanja di luar jumlah tersebut.

 

Pentingnya Memiliki Semua

 

donpet

Namun demikian, sebetulnya akan lebih baik bila Anda memiliki ketiganya.

 

Yang pertama yang harus Anda miliki adalah uang tunai di rumah yang akan Anda gunakan untuk membayar keperluan-keperluan yang bersifat mendadak yang hanya bisa dibayar dengan uang tunai.

 

Yang kedua yang harus Anda miliki adalah Kartu Debet. Ini adalah kartu yang Anda gunakan untuk membayar transaksi yang Anda lakukan.

 

Sedangkan yang ketiga yang sebaiknya Anda miliki adalah Kartu Kredit. Biar bagaimanapun, Kartu Kredit perlu untuk mengantisipasi hal-hal tak terduga. Mungkin akan ada suatu hari di mana Anda harus keluar pada malam hari dan harus melakukan transaksi pembayaran, padahal tempat itu hanya menerima Kartu Kredit. Jadi, Kartu Kredit Anda di sini bukan untuk sering-sering dipakai, tetapi hanya untuk cadangan saja.

 

Ingat sekali lagi bahwa penggunaan Kartu Kredit yang tidak tepat (tidak dibayar tepat waktu) bisa membuat Anda terjebak dalam hutang yang saldonya makin lama makin besar yang sebetulnya tidak perlu terjadi.

 

http://www.perencanakeuangan.com/files/AlatBayar.html

 

 

from: Caca Raisha – Bendum HME

 

(kcpw-red)

Franchise : “Cara Mudah Mencapai Sukses Dalam Bisnis”

0

Pada sebuah seminar kewirausahaan yang saya isi, setelah saya menjelaskan berbagai keuntungan menjadi pengusaha seperti misalnya kebebasan waktu, kebebasan berekspresi dan yang terutama kebebasan finansial, saya kemudian bertanya siapa yang ingin menjadi pengusaha? Hampir semua peserta tertarik untuk menjadi pengusaha. Pertanyaan selanjutnya yang saya ajukan adalah “usaha apa yang ingin dimulai” ? Ternyata hanya sedikit orang yang mempunyai pandangan tentang usaha yang ingin dimulai.

Kesimpulan saya menunjukkan bahwa banyak orang yang ingin memulai sebuah usaha tetapi karena tidak mempunyai latar belakang sebagai wirausaha, pada akhirnya keinginan untuk memulai sebuah usaha berlalu begitu saja.

Mari kita lihat merek-merek yang dapat kita temui dengan mudah dimana-mana, seperti misalnya McD, KFC, ataupun Pizza Hut. Merek-merek ini adalah merek makanan cepat saji yang berasal dari luar negeri yang banyak kita jumpai di pusat-pusat belanja di tanah air, dan untuk di wilayah Indonesia, merek-merek tersebut dimiliki oleh orang Indonesia, bagaimana bisa ?

Ternyata, merek tersebut telah dikembangkan dengan sistem Franchise, dimana pemilik mereknya telah memberikan hak kepada partner bisnisnya di wilayah tertentu, yaitu Indonesia untuk membuka usaha sejenis dengan merek dan standar operasional yang sama dengan merek yang  difranchisekan. Dengan system franchise maka calon pengusaha/partner usaha memperoleh berbagai kemudahan dalam memulai usaha barunya, antara lain :

  • Mengurangi Resiko Kegagalan.

Bisnis yang difranchisekan biasanya telah teruji baik produknya maupun sistemnya, sehingga dengan bekerja sama dengan merek yang telah difranchisekan maka calon pengusaha tidak perlu melakukan trial-error dalam usaha, karena segala sistem operasional maupun produknya telah disiapkan oleh pihak franchisor.

Gagal

  • Hemat Waktu dan Biaya

Calon pengusaha tidak perlu mempersiapkan sendiri produk yang akan dijual, misalnya ingin berjualan makanan cepat saji tidak perlu latihan memasak, mencoba berbagai resep dan adonan, atau ingin buka jasa pendidikan, tidak perlu membuat materi pelajaran sendiri, karena telah disiapkan oleh pihak franchisor, sehingga tidak perlu menghabiskan banyak dana untuk trial, error produk dan jasa.
time and money

  • Bisnis Bisa Cepat Beroperasi

Dengan dibantu oleh pihak Franchisor maka bisnis yang diinginkan dapat segera di-set-up, dan cepat beroperasi dan memperoleh keuntungan.

cheap

  • Mendapatkan Support dari Franchisor

Pihak franchisor akan membantu mulai dari pemilihan lokasi yang cocok untuk usaha, pemilihan tata ruang dan desain lokasi tempat usaha. Selain itu untuk masalah promosi, rekruitmen hingga pelatihan bagi karyawan juga mendapatkan bantuan dari pihak franchisor. Demikian juga supplay produk dan jasa serta sistem operasi yang diperlukan dalam usaha, akan mendapatkan support dari pihak franchisor.

franchise

Sistem franchise yang 3 tahun terakhir ini cukup marak berkembang di Indonesia dengan berbagai pilihan produk dan jasa, seperti bisnis kuliner, pendidikan, automotive, hiburan dll membuat semakin mudah dan aman bagi setiap calon pengusaha untuk memulai usaha sesuai dengan bidang yang diinginkan.

Untuk memulainyapun para calon pengusaha tinggal memilih bisnis yang diinginkan dan menghubungi pemilik merek tersebut. Calon pengusaha franchise (franchisee) kemudian akan mendapatkan informasi tentang usaha yang akan dijalankan. Apabila terjadi kecocokan maka dapat dilakukan perjanjian bisnis antara calon pengusaha (franchisee) dengan pemilik merek (franchisor) dalam bentuk MOU dengan membayar sejumlah dana yaitu franchise fee untuk persiapan pembukaan bisnis dan memperoleh hak penggunaan merek dagang dalam waktu tertentu dan membayar royalty perbulan yang besarnya sesuai dengan ketentuan oleh pemilik merek.

Selanjutnya adalah persiapan pembukaan usaha, dimana pada tahap ini, pihak pemilik merek (franchisor) akan membantu mempersiapkan usaha yang akan dibuka bersama, mulai dari survey lokasi, rekruitmen dan training karyawan, desain tempat usaha, marketing, dan layanan produk dan jasa.

Dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan dengan pola bisnis Franchise, maka para calon pengusaha dapat lebih mudah menjadi pengusaha tanpa harus repot mengurusi bisnisnya sendiri dan tidak diperlukan latar belakang usaha tertentu dan yang menarik adalah calon pengusaha tidak harus meluangkan 100% waktunya pada bisnis barunya karena didukung oleh sistem operasional oleh franchisor. Sistem Franchise juga memungkinkan seseorang dapat memiliki berbagai bisnis yang berbeda di tempat yang berbeda.

Selamat Datang Pengusaha Franchise!
frenchise

Sumber : http://entrepreneuruniversity.co.id/artikel/49-franchise/78-franchise

from : Caca Raisha (Bendum HME)

(kcpw-red)

Wisuda Oktober 2011 HME ITB

0

wisuda HME

 

28 Oktober dan 29 Oktober 2011 yang lalu merupakan hari dimana segenap massa HME ITB mengapresiasi para lulusan HME ITB. Sebanyak 99 orang anggota biasa HME secara resmi sudah menjadi anggota Luar Biasa HME ITB.

 

wisudawan-wisudawati

Malam Syukuran Wisudawan, Acara Siang, Arak-arakan telah menjadi sebuah momen besar yang melambangkan apresiasi massa HME kepada para wisudawan-wisudawati.

 

wisudawan-wisudawati

 

Dimulai dari acara malam di Arum Manis Cihampelas Bandung yang cukup menyentuh hati para wisudawan-wisudawati dan juga orangtua wisudawan-wisudawati. Acara yang bertemakan Yunani dalam pensuasanaannya berhasil mencapai targetnya yaitu para wisudawan dan wisudawati dapat mengucapkan terima kasih kepada orang tua masing-masing.

 

wisuda HME

Yang kedua adalah acara arak-arakan. Dengan semangat yang luar biasa, massa HME  menyambut kedatangan wisudawan-wisudawati. Hanya saja ada beberapa masalah teknis dari panitia terpusat yang membuat jalannya arak-arakan tidak berlangsung baik.

wisuda HME

Mulai dari antrian yang panjang sebelum memasuki pintu tunnel. Dan juga antrian yang sangat memakan waktu sesaat sebelum acara performance yang akhirnya dipindahkan di parkiran labtek VIII. Acara setrum-setruman juga sudah membuat para wisudawan dan wisudawati membuktikan kalau mereka lulusan Himpunan Mahasiswa Elektroteknik. ‘Belum Elektro kalau belum tahu rasanya kesetrum’ ungkap salah satu orangtua yang menyaksikan ritual ini.
wisuda HME

Terima kasih untuk para wisudawan dan wisudawati yang teleh berkarya banyak bagi HME ITB. Jasa kalian untuk HME ITB tidak akan pernah dilupakan, dan tidak akan berhenti sampai disini saja. HME ITB akan berkarya lebih lagi melanjutkan semangat para wisudawan dan wisudawati. Tetaplah berkarya untuk Tuhan Bangsa dan Almamater serta tetaplah selalu menjadi juara sejati dimanapun kalian berada. OK CHAMPS
wisuda HME
wisuda HME

widusa HME
(kcpw-red)
photo by : C.Pewe

Categories

Acara dan Kegiatan

    Tidak ada acara untuk ditampilkan

 

May 2012
M T W T F S S
« Nov    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Tags Cloud

Backend

Contribute here

Bagi civitas elektro ITB yang ingin menyumbangkan tulisannya di website HME, silahkan login pada link di atas dengan terlebih dahulu menghubungi admin web Fikri EL'09 atau Fikri EL'08 untuk username dan password.

Tambahkan tulisan dengan Posts -> Add New , Setelah tulisan selesai klik “submit for review”

Posting akan diapprove oleh admin maksimal 1 x 24 jam

Bidang HME

Divisi

Laboratorium

Links

Archives